IOV Indonesia Youth Section

We travel around the globe spread the beauty of equator emerald

Sabtu, 10 September 2011

Kelompok Tari Universitas Pelita Harapan Hibur Masyarakat Pulau Madeira.



Kelompok Tari Universitas Pelita Harapan Hibur Masyarakat Pulau Madeira.

Selasa, 09 Agustus 2011

Tanggal 5 Agustus 2011 lalu, masyarakat dan wisatawan manca negara di Pulau Madeira, yang merupakan ikon wisata Portugal telah dihibur Kelompok Tari Bireun Seudati, Universitas Pelita Harapan, Jakarta. Selama satu setengah jam para penari dan musisi Bireun Sedati yang berjumlah 28 orang telah menampilkan 10 tarian dari berbagai tempat di Indonesia di panggung terbuka di Jardim Muncipal do Funchal, pulau Madeira. Tiap tarian yang ditampilkan Kelompok Bireun Sedati mendapat pujian dan tepuk tangan gemuruh dari penonton yang mencerminkan keberagaman dan kekayaan budaya Indonesia. Namun para penonton amat terkesan dengan Tari Saman, yang ditampilkan dengan cantik, rapi dan dinamis.

Dr Brazao De Castro, Menteri Urusan Perburuhan, Daerah Otonomi Madeira, yang turut menyaksikan pertunjukan Kelompok Biruen Seudati bersama Dubes RI, secara khusus tampil di panggung untuk menyampaikan terima kasih dan menyalami para penari dan musisi Kelompok Biruen Seudati. Pada kesempatan itu Dr Brazao Castro menyambut baik upaya Dubes RI dan jajaran KBRI Lisabon membawa Kelompok Tari Beruen Seudati ke Pulau Madeira. Kehadiran Kelompok Biruen Sedauti di Pulau Madeira dan berbagai tempat lain di Portugal dinilai merupakan langkah konkrit untuk menyambung pertalian sejarah dan budaya antara Portugal dan bumi Nusanatara 5 abad yang lalu.

Penampilan Kelompok Tari Bireun Seudati di Pulau Madeira merupakan kerjasama antara KBRI Lisabon dan pemerintah daerah Otonomi Pulau Madeira. Sebelum dan saat pertunjukan berlangsung, pemerintah daerah Otonomi Madeira menggerakkan media cetak dan elektronik meliput pertunjukan Kelompok Beureun Seudati. Sehingga kehadiran Kelompok Bireun Seudati di Pulau Madeira cukup terasa dan bermanfaat dalam membangun citra positip Indonesia.

Setelah tampil di Pulau Madeira, Kelompok Tari Bireun Seudati bertolak menuju Terceira, Pulau Azores, yang juga merupakan daerah wisata utama di Portugal. Di Terceira Kelompok Tari Bireun Seudati akan mengikuti International Festival Folklore bersama 13 peserta lainnya dari Rusia, Perancis, Norwegia, Turky, Italia, Sepanyol, Ukrania dan Portugal. Sebelum tampil dihadapan penonton di Pulau Madeira, Kelompok Tari Bireun Seudati juga telah menghibur masyarakat Portugis di Porto, Castello Branco, Oureum dan Lisabon.

Masyarakat Portugis cukup mengenal seni budaya Indonesia, sehingga berbagai pagelaran seni budaya Indonesia di Portugal amat diminati dan mendapat sambutan meriah, tidak hanya di kota-kota utama, tapi juga di berbagai daerah di Portugal. Ini merupakan cermin masih kuatnya pertalian sejarah dan budaya Portugal dan Indonesia, yang telah terjalin sejak 5 abad silam.

Seni Budaya Indonesia Cukup Dikenal di Portugal

Seni Budaya Indonesia Cukup Dikenal di Portugal
RABU, 10 AGUSTUS 2011

Masyarakat Portugis cukup mengenal seni budaya Indonesia. Berbagai pagelaran seni budaya Indonesia di Portugal amat diminati dan mendapat sambutan meriah. Tidak pagelaran yang diselenggarakan di di kota-kota utama, tapi juga di berbagai daerah di Portugal. Ini merupakan cermin masih kuatnya pertalian sejarah dan budaya Portugal dan Indonesia, yang telah terjalin sejak 5 abad silam.

Rilis berita KBRI Lisabon yang diterima Portal Kemlu kemarin (9/08) mengutarakan minat besar masyarakat Portugal tersebut.

Salah satu contoh adalah penampilan Kelompok Tari Bireun Sedati, Universitas Pelita Harapan, Jakarta yang digelar oleh KBRI Lisabon di di Pulau Madeira. Masyarakat dan wisatawan manca negara di pulau yang merupakan ikon wisata Portugal merasa terhibur oleh penampilan itu.

Selama satu setengah jam para penari dan musisi Bireun Sedati yang berjumlah 28 orang telah menampilkan 10 tarian dari berbagai tempat di Indonesia di panggung terbuka di Jardim Muncipal do Funchal, pulau Madeira.

“Tiap tarian yang ditampilkan Kelompok Bireun Sedati mendapat pujian dan tepuk tangan gemuruh dari penonton yang mencerminkan keberagaman dan kekayaan budaya Indonesia. Namun para penonton amat terkesan dengan Tari Saman, yang ditampilkan dengan cantik, rapi dan dinamis,” dikutip dari rilis berita itu.

Dr Brazao De Castro, Menteri Urusan Perburuhan, Daerah Otonomi Madeira, yang turut menyaksikan pertunjukan Kelompok Biruen Seudati bersama Dubes RI, secara khusus tampil di panggung untuk menyampaikan terima kasih dan menyalami para penari dan musisi Kelompok Biruen Seudati.
“Kami menyambut baik upaya Dubes RI dan jajaran KBRI Lisabon membawa Kelompok Tari Beruen Seudati ke Pulau Madeira. Kehadiran Kelompok Biruen Sedauti di Pulau Madeira dan berbagai tempat lain di Portugal merupakan langkah konkrit untuk menyambung pertalian sejarah dan budaya antara Portugal dan bumi Nusanatara 5 abad yang lalu,” kata De Castro.

Penampilan Kelompok Tari Bireun Seudati di Pulau Madeira merupakan kerjasama antara KBRI Lisabon dan pemerintah daerah Otonomi Pulau Madeira. Sebelum dan saat pertunjukan berlangsung, pemerintah daerah Otonomi Madeira menggerakkan media cetak dan elektronik meliput pertunjukan Kelompok Beureun Seudati. Sehingga kehadiran Kelompok Bireun Seudati di Pulau Madeira cukup terasa dan bermanfaat dalam membangun citra positip Indonesia.

Setelah tampil di Pulau Madeira, Kelompok Tari Bireun Seudati bertolak menuju Terceira, Pulau Azores, yang juga merupakan daerah wisata utama di Portugal. Di Terceira Kelompok Tari Bireun Seudati akan mengikuti International Festival Folklore bersama 13 peserta lainnya dari Rusia, Perancis, Norwegia, Turky, Italia, Sepanyol, Ukrania dan Portugal.

Sebelum tampil dihadapan penonton di Pulau Madeira, Kelompok Tari Bireun Seudati juga telah menghibur masyarakat Portugis di Porto, Castello Branco, Oureum dan Lisabon. (sumber: KBRI Lisabon/ed.Yo2k)


http://www.kemlu.go.id/Pages/News.aspx?IDP=5073&l=id

Joshua Blackwelder Summerfest Coordinator USA for KENCANA PRADIPA

Thank you for the kind letter. You are very welcome for the invitation and we would be honored to invite your group again in future years! The organizing committee of Summerfest very much enjoyed working with all of you and we were impressed by the professionalism, patience, and talent demonstrated by your group during their stay. The audiences at Summerfest also gave great reviews about your performances.

Thank you all so much for participating in Bountiful/Davis Summerfest International 2011!

Warmest Regards,

Joshua Blackwelder
Summerfest Coordinator

Kencana Pradipa UI Dance Group Enchanted Americans in Houston Sunday, 24 July 2011 18:00

Kencana Pradipa UI Dance Group Enchanted Americans in Houston
Sunday, 24 July 2011 18:00

Thirty students of the Faculty of Psychology, Universitas Indonesia (UI) who were joined in Indonesian traditional dance and music group, “Kencana Pradipa” enchanted Americans in Houston, Texas for four days in a row, from 20 July 2011. They cam to celebrate the 66th commemoration of Indonesia’s Independence held in Indonesian Consulate General in Houston.

Kencana Pradipa’s first performance was in Wisma Indonesia on 20 July 2011, in front of American business owners and the local government of Houston who attended Business Forum organized by the Indonesian Consulate General to Houston. They received a warm appreciation from the audience.

Their second performance on 21 July 2011 was special for Indonesians in Houston and around. More than 200 people watched them in the auditorium of Indonesian Consulate General building. It was clear that the Indonesians watching missed Indonesian traditional art. It had been long since they last seen a large scale Indonesian traditional art performance.

Looking at the enthusiasm of the audience, after the performance, the Indonesian Consul General to Houston, Al Busyra Basnur, spontaneously hosted an interactive session between the audience and the performers for about 30 minutes. Appreciation and admiration were addressed to the students of UI.

Indonesians in Houston were very happy to watch the dance performance and proud to have Indonesian culture conserved and promoted by the young generation of Indonesia overseas.

Indonesian public figures who had lived for decades in the US kept on giving appreciation not only to the dance group, but also the Indonesian Consulate General to Houston who had provided a large scale entertainment for Indonesians.

The third performance was held in Hotel Hyatt Regency on 22 July 2011. The performance was special for the consular corps, local government officials, partners, and Friends of Indonesia. The event was preceded by dinner with invitees attending the event, which numbers were apparently higher than expected, which was 125. The consulate general had to add the seats to 200 at the end.

Kencana Pradipa again received a warm appreciation. They even received standing ovation from the audience. The audience didn’t even leave the room after the art and culture performance had ended, but rather, they flocked and had dialogues with the dancers and musicians.

On 23 July 2011, Kencana Pradipa of Universitas Indonesia, entertained Indonesian people during the Bazaar and Celebration Night which was held on the yard of the Indonesian Consulate General building. The event was attended by more than 2,500 Indonesians from Houston and around, and other cities in Texas such as Dallas, Austin and San Antonio.

Kencana Pradipa performed dances and music they made: Yuspan Dance from Papua; Piring Dance from Randai, West Sumatra; Tor Tor dance from North Sumatra; Jaipong Dance from West Java; Giring-giring Bambu Dance from Kalimantan; and Belibis Dance from Bali.

Indonesian Consul General, Al Busyra Basnur, in his remarks during the event stated that the Indonesian art and culture events in the USA would strengthen friendship, improve understanding and also the structure of Indonesia-USA bilateral relations which had always been well-developed.

“The Indonesian art and culture performance has made Indonesians and Americans in Houston gather for one to two hours in one place, smiling, giving long ovations. They forgot, for a while, whether they’re men, women, children, teenagers, adults, parents, or grandparents. What is clear is that Indonesia becomes the focus,” added Al Busyra Basnur. (Source: the Embassy of Indonesia in Houston)

Standing ovation¨ untuk Komunitas Tari FISIP-UI di Quillan, Aude en Pyrénées

¨Standing ovation¨ untuk Komunitas Tari FISIP-UI di Quillan, Aude en Pyrénées

Selasa, 02 Agustus 2011

32 mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam Komunitas Tari FISIP UI (KTF-UI) telah tampil secara memukau dan mengundang decak kagum serta ¨standing ovation¨ sekitar 600 hadirin dan masyarakat sekitarnya yang memenuhi kota Quillan, hari minggu malam tanggal 31 Juni 2011. Tampil secara memukau dengan membawakan beberapa tarian tradisional Indonesia, antara lain tari Saman asal NAD, tari Giring-giring asal Kalimantan Tengah dan tari Gabah-gabah asal Maluku, ke-32 mahasiswa Indonesia telah turut memeriahkan acara Festival International de Folklore en Pyrénées Audoises dari tanggal 26 s/d 31 Juli 2011, yang tahun ini diselenggarakan di kota Quillan dan sekitarnya (±263 km dari Marseille). Tahun ini, delapan negara turut berpartisipasi pada festival tahunan tersebut yaitu Brasil, Uzbekistan, Turki, Meksiko, Russia, Zimbabwe, The Republic of Kalmykia dan Indonesia.
Ke delapan negara tersebut telah menyuguhkan kekayaan budaya seni tari dan musiknya masing-masing. Adapun keikutsertaan tim kesenian dari Indonesia pada festival ini merupakan yang pertama kali sehingga mendapatkan perhatian yang khusus dan sambutan yang luar biasa dari masyarakat setempat. Disamping menghadiri festival budaya tersebut, Acting KJRI Marseille RI juga telah mengadakan tatap muka dan jamuan makan malam dengan menghidangkan masakan khas Indonesia bersama dengan rombongan tim kesenian KTF-UI. Suasana kekeluargaan dan kebersamaan semakin terasa tatkala tim kesenian KTF-UI bersama dengan staf KJRI Marseille turut mencicipi hidangan à la Indonesia yang sengaja telah disiapkan jauh dari Marseille. Selain itu, mengingat hari itu adalah hari pertama puasa, KJRI Marseille juga telah menyiapkan hidangan bagi mahasiswa muslim untuk sahur sehingga mereka dapat tetap menunaikan ibadah puasa.
Partisipasi KFT-UI pada Festival International de Folklore en Pyrénées Audoises dari tanggal 26-31 Juli 2011 ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan pada Festival du Sud yang dilaksanakan pada musim panas 2011 di Perancis dan Spanyol dari tanggal 24 Juli 2011 s/d 6 September 2011. Tim kesenian KFT-UI hendak melanjutkan perjalanannya ke Spanyol untuk melakukan pertunjukan seni dan budaya di kota-kota lainnya

Tari Mahasiswa UI Meriahkan Bazar di Houston

Tari Mahasiswa UI Meriahkan Bazar di Houston
By: Indah Winarso



Mahasiswa UI meriahkan rangkaian peringatan Kemerdekaan Indonesia di Houston
ABOUT THE AUTHOR

Indah Winarso
Email:
Click To Contact Author
Sebanyak 30 mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) yang tergabung dalam kelompok tari dan musik tradisional Indonesia, ”Kencana Pradipa”, memukau masyarakat Amerika Serikat (AS) di Houston, Texas, selama empat hari berturut-turut, Rabu–Sabtu (20–23/7).
Kehadiran mereka di Houston adalah untuk mengisi rangkaian kegiatan perayaan HUT ke-66 Kemerdekaan RI yang digelar Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Houston. Kencana Pradipa mengawali penampilannya di Wisma Indonesia pada Rabu (20/7), di hadapan sejumlah pengusaha AS dan pejabat Pemerintah Kota Houston yang mengikuti Bisnis Forum.
Kegiatan Bisnis Forum ini digelar KJRI Houston. Penampilan para mahasiswa UI dengan aneka tarian tradisional dan musik mendapat sambutan yang sangat meriah. Pada penampilan kedua, Kamis (21/7), Kencana Pradipa tampil khusus bagi masyarakat Indonesia di Houston dan sekitarnya. Lebih dari 200 penonton memadati Auditorium KJRI Houston, tempat digelarnya pertunjukan.
Melihat antusiasme yang sangat tinggi itu, seusai pertunjukan, Konsul Jenderal RI di Houston, Al Busyra Basnur, secara spontan langsung memandu acara interaktif antara masyarakat dengan penari dan pemain musik itu. Interaktif bahkan berlangsung sekitar 30 menit.
Berbagai ucapan penghargaan dan kekaguman serta pertanyaan disampaikan masyarakat kepada para mahasiswa Fakultas Psikologi UI itu. ”Masyarakat Indonesia di Houston tampak sangat senang menyaksikan pertunjukan seni tari ini dan merasa bangga kebudayaan Indonesia terus dilestarikan dan dipromosikan oleh generasi muda Indonesia sendiri di luar negeri,” kata Busyra.
Pertunjukan ketiga digelar di Hotel Hyatt Regency, Jumat (22/7).Pertunjukan ini digelar khusus bagi consular corps,pejabat pemerintah setempat,rekan kerja, dan Friends of Indonesia. Acara didahului santap malam bersama.Undangan yang hadir ternyata melebihi kapasitas yang disediakan.
KJRI Houston akhirnya harus menambah tempat duduk, dari semula 125 kursi menjadi 200 kursi. Lagi-lagi Kencana Pradipa mendapatkan sambutan dan apresiasi yang sangat meriah. Bahkan pada akhir penampilannya, Kencana Pradipa memperoleh tepuk tangan panjang sambil berdiri (standing ovation) dari para penonton.
Jika biasanya setelah acara pertunjukan seni budaya selesai para tamu langsung meninggalkan ruangan, kali ini penonton tidak mau beranjak. Mereka berkerumun dan berdialog dengan para penari dan pemain musik. Pada Sabtu (23/7), Kencana Pradipa UI menghibur masyarakat Indonesia dalam acara Bazar dan Malam Gembira yang digelar di halaman KJRI Houston.
Acara ini dihadiri lebih dari 2.500 masyarakat Indonesia yang datang dari Houston dan sekitarnya, serta kota-kota lain di Texas seperti Dallas, Austin,dan San Antonio. Mereka menampilkan tari dan musik garapan mereka, antara lain tari Yuspan dari Papua, tari Piring dan Randai dari Sumatera Barat, tari Tor Tor dari Sumatera Utara, tari Jaipong dari Jawa Barat, tari Giringgiring Bambu dari Kalimantan, dan tari Belibis dari Bali.

Kencana Pradipa Fakultas Psikologi Universitas Indonesia tampil memikat dalam Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI Ke-66 di New York

Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI Ke-66 di New York

Jumat, 19 Agustus 2011

Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI Ke-66 dengan tema "Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, Kita Tingkatkan Kesadaran Hidup Dalam Ke-Bhineka-an Untuk Kokohkan Persatuan NKRI, Kita Sukseskan Kepemimpinan Indonesia dalam Forum ASEAN Untuk Kokohkan Solidaritas ASEAN” telah dilaksanakan di KJRI New York pada hari Rabu, 17 Agustus 2011. Dalam suasana khidmat, upacara yang dimulai tepat pada pukul 10.00 pagi ini dihadiri oleh kurang lebih 175 peserta, antara lain dari PTRI New York, Forum Perbankan Indonesia, BKPM New York, Kantor Berita Antara-Biro New York, TV One, serta masyarakat Indonesia di New York dan sekitarnya.

Dalam upacara tersebut, bertindak selaku Pembina Upacara adalah Acting Konsul Jenderal RI, Rosanna Suparmono, dengan para petugas upacara terdiri dari berbagai unsur instansi dan masyarakat Indonesia di New York.
Seusai upacara, acara dilanjutkan dengan pemotongan ‘kue kemerdekaan’ secara simbolis oleh Acting Konjen RI, sesi foto bersama, pembacaan daftar sementara pemenang pertandingan seni dan olahraga dalam rangka perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-66, serta penampilan grup tari Kencana Pradipa dari Fakultas Psikologi, UI. Adapun rangkaian pertandingan seni dan olahraga dalam rangka perayaan Kemerdekaan RI telah dimulai sejak tanggal 25 Juni 2011 dan akan berakhir pada perayaan puncak di Alley Pond Park, Queens, tanggal 10 September 2011.

Grup tari Kencana Pradipa, yang tampil sebagai pengisi acara, hadir di AS untuk mengikuti festival di Utah, Juli 2011, dan dilanjutkan dengan melakukan pertunjukan seni budaya di KJRI Houston. Grup tari ini hadir di New York untuk memberikan workshop tari Nusantara kepada pelaku dan penikmat seni tari tradisional Indonesia pada tanggal 18-19 Agustus 2011. Kebolehan mereka menampilkan tiga tarian Indonesia, yaitu Tari Jaipongan, Tari Tor-Tor, dan Tari Saman, di akhir acara memukau dan mengundang tepuk tangan meriah dari para hadirin yang datang.

Meski peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-66 kali ini bertepatan dengan bulan suci Ramadhan dan bukan termasuk hari libur di AS, namun hal ini tidak menyurutkan niat serta semangat masyarakat Indonesia di New York dan sekitarnya untuk hadir mengikuti upacara dan turut merayakan 66 tahun Indonesia merdeka. (Sumber: KJRI New York)